Kita hanyalah kanak-kanak

Yang dilarang bermain di luar rumah

Supaya tidak kotor dan cedera

Di dalam lebih aman

Meski hanya makan dengan nasi dan teri

(Lelaki Terindah, Andrei Aksana)

 

Believe it or not, this is what I negotiated in my life. Inget banget jaman kecil saya ga boleh maen ke luar. Cuma belajar atau pergi sama ortu. Ga bebas kayak anak-anak seusia saya. Tapi saya ga sedih atau nyesel dengan keadaan seperti itu. Saya tetap menikmati hidup saya walau hanya bisa bersantai-santai di rumah. Kebiasaan yang saya bawa hingga saat ini: malas keluar rumah. Bagi saya istilah home sweet home itu benar sekali. Tidak ada alasan ga betah di rumah. Kenapa harus ga betah? Ada tempat tidur yang luas, TV, makan gratis, dan bisa bercengkerama dengan keluarga. Satu paket yang sangat menggiurkan.

Saya tidak peduli dengan omongan orang yang mengatakan “Yanti kan cewek rumahan.” What’s wrong with that? Saya rasa walaupun sudah sebesar ini tidak masalah bila saya sudah berada di rumah sebelum pukul 9 malam di kala teman-teman seusia saya masih kelayapan di luar. Apa guna saya di luar rumah lama-lama kalau tidak nyaman? Don’t spend your time for something you don’t like. It’s better go home and doing your like inside.

Tapi saya juga tidak menyalahkan orang yang ga betahan di rumah. Everybody has a different house. Rumah yang memiliki bentuk arsitektur yang mencerminkan penghuninya. Bila tidak sesuai dengan personality, silahkan mencari ketenangan anda di luar. Semua bebas di dunia ini J

 

Dear God, bigthanks for beautiful house and all inside it J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s