Post ini saya buat pukul tiga dini hari (03/05/12) karena tidak bisa tidur. Atau justru kebanyakan, saya bangun tadi jam 12 malam! Sebenernya sih pengen bikin post yang pake English, tapi lagi malas berpikir keras dan ada beberapa kata yang lebih nendang kalo pake bahasa ibu, Bahasa Indonesia dengan sedikit sleng haha.

Tiba-tiba kepikiran pembicaraan rada serius sama senior yang baru kenal kemaren-kemaren. Ngomongin tentang jurusan yang kita ambil di jenjang kuliah. Agak menarik, tapi sayangnya saya udah nemu jawaban dari pertanyaan dia sejak lama. Paling ga, itu refleksi pribadi buat saya sendiri. Well, dia nanya:

“Pernah ga kepikiran kalo kamu salah jurusan?”

Hahaha pertanyaan yang mudah banget dijawab. Kalo secara pribadi, jelas ga. Dengan kesadaran 10000% saya mantap milih jurusan komunikasi. Ga peduli di universitas mana, pokoknya komunikasi! Kenapa? Soalnya saya pengen jadi kameramen. Lah kok ga nyambung? Kata mentor bimbingan belajar pas SMA, kalo mau jadi kameramen ya di komunikasi soalnya ada konsentrasi media. Ya udah deh, tanpa pikir panjang saya memantapkan diri masuk komunikasi tanpa cari tau gimana dalemnya. Yang penting, saya tau kalo ini jurusan bisa ngedukung cita-cita. Berarti ga salah jurusan kan?

Tapi ternyata, emang bener Tuhan ga bakal ngasih jalan yang mulus buat umat-Nya. Konsentrasi yang saya pengenin, media, ternyata satu paket sama konsentrasi yang saya benci yaitu JURNALISME. Kesel berat pas tau ini. Dalam hati mikir: mending di universitas X yang bisa milih konsentrasi yang misah-misah. FYI di beberapa universitas lain pemilihan konsentrasi tuh bebas milih antara PR, iklan, media, atau jurnalisme. Sementara di kampus saya ada dua: konsentrasi strategis (PR dan iklan) sama konsentrasi media (media dan jurnalisme). Otomatis kalo ambil media harus belajar jurnalisme juga. Padahal aslinya saya tertarik sama media dan iklan. Tapi kalo gini gimana dong? Akhirnya saya milih konsentrasi strategis dengan pemikiran yang penting cita-cita saya jadi kameramen masih bisa digapai. Walaupun harus ‘terpaksa’ bersahabat dengan dunia jurnalisme. Gapapalah, saya berusaha terima dengan ikhlas. Orangtua saya kecewa berat dengan pilihan saya, soalnya mereka pengen saya jadi PR yang lebih menjanjikan daripada kerja di dunia media.

Trus yang salah apa? Ga ada. Jujur, saya udah capek mencari kesalahan. Terkadang memang kita harus terima kenyataan bahwa yang kita alami itu bukan karena ada yang salah, tapi memang begitu alurnya. Belajar dari pengalaman di atas, saya sadar kalau saya terus berpikir keputusan yang udah diambil itu salah, saya bakal stuck sama pikiran bagaimana memperbaiki kesalahan tersebut. Atau lebih tepatnya kita bakal suka banget sama kata ‘seandainya kemaren…’. Bener ga? Padahal kita ga bisa balikin waktu lagi.

Sometimes we don’t need to fix our fault, it’s just made to be it.

Bingung? Maksudnya kalau kita ga ngelakuin kesalahan itu, kita ga bakal sampai pada tahap ini. Tahap di mana kita bisa merefleksi diri. Tahap di mana kita semakin menjadi dewasa dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jadi pada intinya ga ada yang salah, cuma kurang tepat aja. Apalagi yang namanya salah milih (apapun). Sebenarnya ga salah, cuma ga sesuai dengan keinginan kita dan kita ga suka itu. Jadi muncullah kata ‘salah’ supaya kita merasa lebih baik.

Salah itu ga bener. Emang selalu begitu? Ga juga. Menurut saya, salah itu jalan menuju kebenaran. Memangnya cuma Tuhan yang bisa jadi jalan kebenaran? Haha becanda. Yes, God is is the way of truth! Tapi lupakan sejanak soal agamis ini. Kesalahan ternyata menyimpan suatu hal yang menarik. Dia menyimpan kebenaran yang sesungguhnya. Kalau kita ga melakukan kesalahan, kita juga ga bakal tau kebenaran. Kita bakal cuma tau kita beres. Salah itu hampir benar dengan jalan yang lama. Haha apa ini, saya juga bingung.

Sudahlah, pikiran kecil ini memang ga jelas. But I believe that fault is needed somehow. Seiring berjalannya waktu, saya mulai mencoba memaklumi kesalahan. Nobody’s perfect. Tanpa kesalahan, saya ga bakal belajar menjadi benar. Selain itu kesalahan selalu menemani saya bertumbuh dan berkembang.. Nothing is wrong🙂

just ‘NO’

 

totally true!
totally true!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s