“asal kamu senang” –Indonesia
“asa las ma roham” –Batak
“ben kowe seneng” –Jawa
“as long as you happy” –English

 

Kata-kata di atas mungkin tidak jarang kita dengar dari orang-orang yang kita sayang. Menyenangkan hati orang lain bukan hal yang buruk, sebaliknya malah. Perbuatan yang tentunya menunjukkan bahwa kita bukanlah makhluk hidup egois yang hanya memikirkan diri sendiri. Dan pastinya kita mendapatkan pahala dengan melakukannya.

Berkaca pada diri sendiri, setiap ditanya tentang tujuan hidup, saya selalu menjawab: MENYENANGKAN TUHAN. Ya, itulah tujuan hidup saya yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa saya bukanlah self-minded. Hingga detik ini, Puji Tuhan, saya belum ada niatan mengganti tujuan hidup saya. Jangan sampai, tepatnya.

Apa usaha saya? Pelayanan di gereja dan di kampus. Saya kira, awalnya, itu cukup. Tapi ternyata saya salah total. Menyenangkan Tuhan berarti menyenangkan segala ciptaannya juga. Kurang lebih itu yang saya tangkap. Mendadak tujuan ini terasa berat, mengingat ciptaan-Nya sangat banyak. Tapi untungnya saya bukan tipikal orang yang berpikiran ribet. Menurut saya, ketika kita menyenangkan orang di sekitar dan tidak merusak alam ini, Tuhan sudah tersenyum lebar. Selesai.

Ketika ditanya, siapa orang di dunia yang paling ingin kamu bikin senang? Orang tua. Ya, malaikat yang dikirim Tuhan dalam wujud manusia ini adalah orang-orang yan paling ingin saya bahagiakan. Walaupun terkadang saya muak dengan mereka, tetap saja. Mereka melakukan apapun untuk membuat anaknya senang. Sudah selayaknya kita balas budi, kalau tidak mau disebut durhaka. Siapa yang tidak setuju?

Kembali ke topik, menyenangkan orang lain. Kenyataannya, kalimat ini jarang saya ucapkan. Lebih tepatnya, orang lain yang mengucapkannya pada saya. Bisa dibilang, dalam hal pertemanan, saya berperan sebagai seorang yang egois. Saya bisa merengek, merajuk, ngambek dan sebagainya agar pilihan sayalah yang akhirnya diambil. Pada akhirnya, yang senang cuma saya.

Namun, seiring bertambahnya usia, saya mulai menyadari bahwa ada kalanya kita memang harus menyenangkan orang lain. Maksudnya, bukan tuntutan atau kewajiban dalam berhubungan sosial. Tetapi lebih kepada perasaan bisa ikut senang ketika yang lain juga senang. Seperti halnya tertawa, kebahagiaan juga menular. Ada kalanya kesenangan memang perlu ditularkan.

Menyenangkan Tuhan. Menyenangkan orang tua. Menyenangkan keluarga. Menyenangkan teman. Menyenangkan orang yang kita sayangi. Menyenangkan orang di sekitar kita. Saya rasa, ketika kita berpikir untuk menyenangkan orang lain, berarti kita sudah bisa menyenangkan diri kita sendiri dan berusaha agar orang lain juga merasakan kesenangan juga. Benarkah?

 

Making people happy is a good mission, as long as you are too. Don’t forget it🙂

2 thoughts on “as long as you’re happy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s