It’s not a good Sunday. The worst one, I think. Then it’s bad😦

Post ini adalah curahan kekesalan saya, jadi kalo anda lagi senang, tinggalkan saja blog ini. Atau anda justru akan menyesal membacanya. Karena tidak membawa berkat.

Minggu ini saya dapat jatah sebagai Pemimpin Pujian di Sekolah Minggu (SM) HKBP Yogyakarta. FYI kita sangat kekurangan SDM hari ini. Yang hadir hanya: saya, Bang Richard, Bang Mawan, Bang Anderson, Bang Iwan, Kak Irene, dan Inang Lubis. Sebelum ngedumel lebih lanjut, saya mau menjelaskan dulu kalo SM dibagi jadi beberapa kelas sesuai tingkatan pendidikan beserta pengajarnya hari ini, yaitu:

Yunus: bayi sampe TK (Bang Anderson)

Daniel: kelas 1-2 SD (Bang Richard)

Elia: kelas 3-4 SD (saya)

Abraham: kelas 5-6 SD (Bang Mawan, Bang Iwan)

Pra-remaja: siswa SMP (Inang Lubis, Kak Iren)

Sebelum pembagian kelas, selalu ada ibadah bersama untuk kelas Daniel dan Abraham. Jadilah saya hari ini Pinpuj dengan pemusik Bang Dirga yang bukanlah Guru Sekolah Minggu (GSM). Dan tahu apa yg terjadi? Hanya ada kita berdua –yang masih muda– dalam ruangan sebesar itu! Ke mana yg lain? Well, Bang Richard dan Bang Mawan sbg pemusik di kelas Yunus yang memang memiliki ruangan tersendiri karena tidak kondusif bila digabung dengan anak-anak SD. Seharusnya, Bang Iwan bisa menemani saya juga di situ untuk mengawasi anak-anak. Tapi dia malah enak-enakan di kelas Yunus. Jumlah anak memang tidak terlalu banyak, 30 orang (mengingat sedang masa liburan). But, still, I’m a single fighter! Yang lebih awkward lagi, ada satu lagu rohani yang anak-anak itu ga tahu (atau ga hapal? Entahlah. Yang pasti saya tahu lagu ini waktu masih jadi murid  SM yang notabene tempat saya mengajar sekarang) dan jadilah saya menyanyi solo di depan anak-anak. Puji Tuhan, ada beberapa yang tahu lagu ini sedikit. ini nih lagunya:

ALLAH ITU BAIK

Allah itu baik, sungguh baik bagiku
ditunjukkan-Nya kasih setia-Nya
Dia menyediakan yang kuperlukan
menyatakan kebaikan, menyatakan kebaikan
menyatakan kebaikanNya padaku
                kasih setia-Nya tak pernah berubah
                dulu, s’karang, dan selamanya
                ajaiblah kuasa di dalam nama-Nya
                Yesusku luar biasa

Tak hanya itu, anak cowok juga pada berulah. Ada yang berantem, ada yang ga mau berdoa, ada yang nangis. Jujur, saya capek jalan-jalan menenangkan mereka. Belum lagi mimpin lagu pujian. Itu baru ibadah bersama. Bahkan Inang Sihombing br. Hutabarat juga sempat sedikit lepas kendali dan memarahi anak-anak, dengan cara yang halus tentunya. Seolah kurang parah, di kelas Elia juga kacau minta ampun. Semua pada ga mau diem. Sampe saya teriak-teriak bakal ngeluarin mereka dari ruangan kalo ga diem. But it didn’t work. Tetap aja mereka ribut. Dasar anak cowok! Hasilnya? Suara saya habis –serak ga karuan– dan salah satu dari mereka bilang “Kak, suara Kakak udah habis tuh.” Langsung aja saya jawab “Iya, ini gara-gara kalian ga bisa diam! Kalo ga diam ga ada yang pulang!” Tiba-tiba mereka langsung hening.

Selesai melayani, selalu ada evaluasi. Saya mencurahkan kekesalan saya pada teman-teman GSM. Tapi rupanya, pusat kekesalahan saya (Bang Iwan) malah ga ada. Kak Iren sampe menelepon dia buat ke Ruang Yobel. Ketika abang itu ada, langsung aja saya semprot! Semua diem aja waktu itu, ga komen. Saya benar-benar marah!! Inang Lubis sampe bilang “Udah ngamuk seksi ibadah & pengajaran kita haha.” Tapi tak lama kita ketawa-ketiwi juga sih. Trus Bang Mawan bilang kalo Bang Iwan harus minta maaf ke saya.

Dan anda tahu yang paling ngeselin apa? Bang Iwan malah bilang “Yanti, kata si Mawan aku harus minta maaf samamu. Abang minta maaf lah ya. Abang kan ngikutin si Mawan. Makanya abang bingung juga kenapa di Yunus cowok semua” What??! Dia minta maaf karena disuruh dan masih ga sadar kesalahannya?! Ada yang punya golok? Boleh pinjam?

Jadi pada intinya, hari ini saya marah-marah mulu kerjanya. Padahal ini hari Minggu, harusnya ga kayak gitu, apalagi di gereja. Apalagi ke anak-anak. Apalagi ke orang yang lebih tua (Bang Iwan). Apalagi waktu itu lagi ngajarin Firman Tuhan. Apalagi ini hari Lebaran di mana saudara sebelah lagi maaf-maafan. Jadilah ini Minggu yang payah.

 

Btw, terlepas dari kekesalan hari ini, saya mau ngucapin:

Selamat Idul Fitri 1433 H

Let forgiveness washes away the pain🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s