Alkisah, ada seorang pemuda bernama Aristoteles. Ia akan melalui suatu perjalanan jauh di mana hanya jalan lurus panjang dengan berbagai bunga bermekaran di pinggiran. Ia diperbolehkan memetik satu di antara berbagai bunga tersebut, yang terbagus menurutnya. Setelah itu, ia tidak boleh membuang bunga tersebut dan membawanya hingga akhir perjalanan. Aristoteles pun menyetujui persyaratan tersebut.

ketika belum ada setengah perjalanan, ia memetik salah satu bunga yang menurut ia terbagus. bunga itu dibawanya sepanjang setengah perjalanan. namun, belum sampai di ujung jalan, ia membuang bunga tersebut. Ia berpikir bahwa ia pasti akan menemukan bunga yang lebih bagus lagi nanti. Maka ia melanjutkan kembali perjalanan tersebut setelah membuang bunga yang telah diambilnya di pinggir jalan. Sayangnya, hingga akhir perjalanan, ia tidak menemukan bunga yang lebih cantik dari bunga yang telah ia petik dan buang…

Sudah pernah pasti kan mendengar cerita seperti ini. Ya, kisah tentang jangan pernah menyia-nyiakan apa yang sudah kita miliki. Yah, setidaknya Aristoteles memiliki keberanian untuk mengambil suatu keputusan, walau bodoh. Bagaimana jika, karena terlalu banyak pertimbangan, anda justru hanya memandangi bunga tersebut, tidak memetiknya, dan bahkan tidak melanjutkan perjalanan? Padahal waktu terus berjalan dan banyak orang yang melewati jalan tersebut. Masih mending jadi Aristoteles kan? #salahfokus

xoxo,

Y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s