Kabut Pagi di Kediwung

Heyhoooo!

Semua orang tentunya butuh refreshing atau hiburan agar tak jenuh dan penat. Kalau untuk saya, menikmati keindahan karya Tuhan lewat alam adalah salah satu penghiburan terbaik. Makanya, saat berencana mudik ke kampung halaman, wisata alam sudah pasti menjadi salah satu tujuan utama. 

Yogyakarta, sebagai kota wisata, rupanya sudah banyak mengalami perkembangan dimana banyak terdapat hal-hal baru. Tak hanya lewat kuliner, tapi juga wisata alamnya. Salah satunya adalah Bukit Panguk Kediwung yang terletak di Imogiri. Rabu (28/12/2016) kemarin saya bersama lima orang teman Tjok Khresna (Tjok), Danastri Rizqi Nabilah (Mbakbro), Angelina Anjar (Arme), dan Rifki Rahman (Kancil) pergi ke sana karena Arme ingin hunting sunrise. 

Tempat wisata ini searah dengan Kebun Buah Mangunan dan berkonsep seperti Kali Biru. Pemandangan luas dari atas diserrai kabur biru akan membentang sepanjang mata memandang.  Sayagnya, saat saya datang, panorama matahari terbit tidak seperti yang kami harapkan karena cuaca mendung dan sedikit gerimis. 

Perjalanan dimulai pukul setengah empat subuh dari daerah Banguntapan. Kami sampai sekitar pukul 5 pagi di sana. Jalanan yang becek dan belumpur saat memarkir motor membuat sepatu menjadi kotor. Sambil menunggu sunrise, kami mencari spot yang bagus. Dimulai dari sebelah kiri yang terdapat gazebo, sampai ke sebelah kanan dimana banyak terdapat pohon pinus.

Saat matahati terbit, tidak ada sinar berwarna oren, langsung putih yang muncul secara perlahan. Mungkin karena banyak awan, jadi langsung cerah ya. Yang pasti, karena sunrise yang tak bagus, fokus kami pun beralih ke kabut. Semakin tinggi matahari, semakin tebar kabut di daerah kanan. Kami pun segera melakukan photoshoot di daerah situ. Saya menjadi model karena warna pakaian dan warna rambut yang kontras. Lumayan lah, hihihi.

Oiya, kabut di daerah ini seperti berjalan gitu, jadi awalnya di sebelah kiri kemudian perlahan jadi ngumpul di kanan. Jadi bisa dilihat perbedaan antara bagian kiri yang bersih penuh dengan kehijauan jika melongok ke bawah. Sementara kalau di sebelah kanan penuh kabut bagai negeri di awan. Tapi, suhunya sama aja kok. 

Menariknya lagi, di sebelah kiri ada pepohonan yang juga dimasuki kabut, jadi seperti ada di lokasi syuting Twilight saga gitu deh hihi. Sayangnya, kabutnya ini cuma bertahan bentar banget, tak sampai 2 menit malahan. Mungkin itu juga karena efek hujan sebelumnya ya, jadi kabutnya naik ke daratan atas. Di sana, hanya ada 1 foto yang jadi (ada efek kabutnya) karena kabut cepat berpindah. 

Menurut saya, tempat wisata satu ini menarik sekaliiiii untuk dikunjungi, terutama buat yang suka fotografi karena banyak spot yang bagus. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Up ↑

%d bloggers like this: