​#roadtobeskinny2018 di Monas

Olahraga adalah salah satu pola hidup sehat yang (harusnya) dilakukan secara rutin. Sayangnya, tak semua orang bisa. Termasuk saya. Dan (mungkin) kamu yang sedang membaca ini. 

Tapi, biarpun tak rutin, saya ini pecinta jogging lho. Biasanya, saya treadmill setidaknya sekali seminggu selama setengah jam di Fitness Center kantor (iya, gamau rugi lah dapat fasilitas! Ahahaha). Biasanya di hari Senin sore, hari libur kerja, biar lebih santai.

Tapiii untuk kali ini berbeda! Bermula dari teman saya Putri yang awalnya ngajakin buat ikut trial kelas di sebuah Studio Senam. Sayangnya, vouchernya sudah saya buang, jadi dia pun malas ikutan. Tetiba, dia ngajakin buat jogging di Monumen Nasional alias Monas! Wahhhh senang sekali saya akhirnya bisa jogging di luar ruangan! Tanpa pikir panjang pun saya langsung bilang IYAAAA.

Akhirnya Minggu sore (6 Agustus 2017) kita berdua janjian di depan Monas. Awalnya hanya jalan-jalan santai dulu, ngobrol-ngobrol biasa karena kami juga sudah lama tak bertemu sejak ia pindah kanal di kerjaannya. Jadi ternyata, si Putri sadar kalo dia dah kegendutan! Ia bilang, sebenarnya ia ingin daftar menjadi pramugari, saat menghubungi maskapai yang ia incar, ternyata dia langsung ditolak saat itu juga karena berat badan tak sesuai…. (Saya ga bisa sebut soalnya privasi, tapi yang pasti lebih dari TB-110).

Jadilah dia pun ingin turunin berat badan menjadi setidaknya ideal. Padahal, kalo secara penampilan, dia termasuk proposional lho. Kami pun berlari sekitar 2,5 putaran Monas. Yah, sudah lumayan lah ya buat pemula hihi. Dengan motivasi #roadtobeskinny2018 kami pun bersemangat untuk membakar makin banyak lemak (walaun lebih banyak jalan daripada lari…)

Tapi kemudian, kami pun kelaparan setelah olahraga. Karena di sekitar Monas tak ada tempat makan, kami pun sepakat untuk berjalan ke arah Sarinah yang notabene banyak makanan. Dan di sana kami langsung melipir ke salah satu restoran fast food dan memesan satu gelas Milo, sebungkus kentang goreng, satu paket nasi ayam, dan dua es krim cone…….. (dalam hati langsung nyanyi: Semuanya sia-sia dan tak berarti lagiiiiiiii)

Tapi tidak apa-apa, setidaknya sudah ada lemak yang terbakar (walaupun muncul penggantinya dalam waktu singkat). Setidaknya tubuh sudah berkeringat. Setidaknya ketemu sama temen. Setidaknya saya akhirnya ke Monas setelah lebih dari 1,5 tahun di Jakarta!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Up ↑

%d bloggers like this: