BW from 2016

Still on new year atmosphere, but I’m on the mood to show you a BW photos of me that somehow give forth most of my soul and feeling about last year.

By the way, all these photos taken by my new friend, Ferrian Reinaldi. Catch him through Instagram @adaptasi and you’ll get your eyes re-energized.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Bunch of loves,
Yanti Nainggolan

photopoems

“People used to say, ‘life does not exist by accidents,’ it maybe true with pictures embedded in my camera. It’s not something that happens by chance,”

-Henry C. Widjaja

 

Halo halo halo long time no write hahahaha

Kali ini saya mau bahas tentang salah satu artikel di majalah fotografi Exposure (Edisi 26, September 2010) yang mengulas tentang buku fotografi “Celebrating The Moment: A Compilation of PhotoPoems in Black & White” karya Henry C. Widjaja yang merupakan seorang penggiat fotografi tanah air sekaligus penggemar puisi yang merupakan direktur dari Astra Nissan. Sekilas info, buku ini diluncurkan tahun 2010 oleh PT Gramedia Pustaka Utama dengan 136 halaman.

Konsep buku fotografi satu ini adalah “PhotoPoems” (PuisiFoto) di mana, bagi seorang Henry, puisi dan foto masing-masing bisa berdiri sendiri, namun bukan hal mustahil bila keduanya saling melengkapi. Jika keduanya bisa saling menguatkan dan bersinergi, maka jadilah FotoPuisi. Selain itu, konsep hitam-putih juga diusung fotografer satu ini. Salah satu alasan beliau menggabungkan dua konsep seni ini adalah:

“In addition, there is one more reason; in a practical use, a poem can at least hold someone longer at a particular photo,”

Benar sekali. Saya sendiri, secara pribadi, lebih tertarik membaca puisi terlebih dahulu. Baru kemudian melihat foto. Mencoba memahami foto melalui puisi. Dan memang tak bisa dipungkiri, puisi tersebut menahan orang lebih lama untuk menikmati foto maupun puisi lebih dalam. Strategi jitu.

Beberapa puisi yang saya suka (maaf ga ada fotonya):

Melompati Kekhawatiran

Melompati kekhawatiran

Memasuki ketidaktahuan

Membuat hidup berjalan

 

Menengok Ke Belakang

Menengok ke belakang

Menyesali yang hengkang

Melongok ke depan

Mencemaskan yang akan

Hadir di kini sering terlewat

Meski di sini damai melekat

 

Alpen

Dingin dan panas

Sama-sama menjadi asap

Menjadi mega menuju langit

Yang ujungnya tiada

Bahagia dan derita

Sama-sama jadi cerita

Menggenapi sejarah

Yang ujungnya pun, tiada

 

The Shabby Look

That in the shabbiness there is beauty

Is not easiy agreeable

That the Godly Being was born there

moreover